Rabu, 05 Oktober 2011

Biopori Aku Datang!

Teman, ada salah satu cara untuk melestarikan air tanah yaitu dengan acara membuat biopori.  Biopori merupakan lubang buatan untuk meningkatkan daya resap tanah terhadap air. Coba liat sekeliling kita, permukaan tanah semakin banyak tertutup oleh beton, aspal rumah de el el. Akibat tertutupnya permukaan tanah, air sulit untuk meresap. Banjir menjadi salah satu dampaknya.


Lubang Resapan Biopori
Biopori menjadi salah satu teknologi alternatif untuk mengatasi permasalahan yang terkait dengan air. Biopori adalah lubang vertikal dengan diameter 10 cm dan dalam 50 – 100 cm. Biopori dapat dilakukan secara manual, atau juga bisa dilakukan dengan alat bantu khusus.  Pada permukaan, biopori diberikan penguat berupa semen, atau pipa paralon sepanjang 3-5 cm. Penguat di permukaan ini gunanya agar lubang biopori tidak mudah tertutup oleh tanah disekelilingnya. 

Agar manfaat lubang biopori ini semakin joss, lubang diisi dengan sampah organik. Sampah organik yaitu dedaunan di sekitar halaman rumah dan sekolah kita. 

: ) Dengan di masukannya sampah organic, apakah malah membuat bumpet? Alias air tidak bisa masuk kedalam tanah?

Cacing-cacing tanah akan segera mengurai sampah organik. Cacing tanah membuat pori-pori kecil di dalam tanah. Aslinya sih, pori-pori tersebut adalah jalur cacing tanah. Alhasil pori-pori tersebut lah menjadi jalur air yang bercabang di dalam tanah. Ibarat pepatah sambil menyelam meminum air. Begitu juga dengan banyaknya manfaat Lubang Resapan Biopori atau biasanya disingkat mejadi LRB.

Ada beberapa tips untuk membuat biopori di sekeliling kita. Lubang biopori dapat di buat di beberapa tampat seperti:
  1. Dasar saluran pembuangan air hujan, misalnya parit
  2. Di sekeliling batang pohon

Secara praktis membuat dan merawat LRB adalah sebagai berikut:
contoh penguat permukaan lubang biopori
  1. Buatlah lubang secara vertikal dengan kedalaman kurang lebih 100 cm. Jarak antar lubang 50-100 cm.
  2. Mulut lubang dapat diperkuat dengan semen selebar 2-3 cm dengan tebal 2 cm di sekeliling lubang. Atau bisa juga di buat dengan pipa paralon 10 cm.
  3. Sisi lubang dengan sampah organik berasal dari sampah dapur, sisa tanaman, dedaunan dll.
  4. Sampah organik akan menyusut jika telah mengalami pelapukan maka tambahlah sampah organik ke dalam LRB.
  5. JIka sampah organik di dalam LRB maka segeralah memanennya. Sampah organik dapat kita panen tiap beberapa bulan sekali. Pastikan bentuknya sudah menyerupai tanah. Langkah ini juga sekaligus merawat LRB.
: ) oh gitu ya cara membuat bipori?

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | fantastic sams coupons